Twitter Siap Sensor Link yang Berisi Ujaran Kebencian

Jakarta, Asiba.Info Twitter sedang memperbarui kebijakannya tentang tautan (link) tidak aman. Ini dilakukan untuk menambah salah satu celah platformnya yang paling banyak digunakan.

Mulai hari ini (30/7), jejaring sosial media itu siap memberikan sensor terhadap tweet yang berisikan ujaran kebencian serta kekerasan.

Dalam sebuah Tweet, Twitter mengatakan bahwa akun yang sering menyertakan tautan yang menampilkan perilaku ofensif juga berpotensi ditangguhkan.

Secara detil, Twitter dilaporkan bakal memblokir tautan ke konten yang mempromosikan kekerasan terhadap, mengancam atau melecehkan orang lain berdasarkan ras, etnis, asal kebangsaan, kasta, orientasi seksual, gender, identitas gender, afiliasi agama, usia, cacat, atau penyakit serius.

Karena kebijakan Twitter mengenai link tidak mencakup kategori ini di masa lalu, pengguna yang jahat dapat mengelak dari aturan jejaring sosial dengan mentweet tautan dari sebelumnya, alih-alih berbagi ucapan kebencian atau konten kekerasan secara langsung.

“Tujuan kami adalah memblokir tautan dengan cara kami menghapus tweet yang melanggar aturan kami. Kami akan mulai mengambil tindakan berdasarkan pedoman yang diperbarui ini pada Kamis 30 Juli,” tulis Twitter, dikutip dari Digital Trends, Kamis (30/7).

Selain itu, Twitter juga tidak mengijinkan berbagi tautan yang mengarahkan ulang ke malware, penipuan, phising, situs web jual-beli, atau memfasilitasi transaksi ilegal, dan lainnya.

Share