8 Cara Perbaiki Kipas Angin Yang Sering Dilakukan

Cara Perbaiki Kipas Angin  – Dibandingkan dengan AC, kipas angin memang lebih digemari oleh masyarakat negara tropis, termasuk Indonesia. Selain jauh lebih hemat, fungsi kipas angin juga tidak kalah dari AC dalam memberikan udara segar, dan menghilangkan gerah. Tapi bagaimana jadinya kalau kipas mendadak mati? Sudah pasti Anda harus mencari cara perbaiki kipas angin sesegera mungkin.

Selain membawa kipas angin ke tempat service, nyatanya Anda juga bisa memperbaikinya sendiri. Pastinya bakal lebih hemat, dan cepat. Terlebih kalau kipas mati di malam hari, ketika udara sedang panas menyengat. Untuk memperbaiki kipas sebenarnya tidak begitu sulit, dengan catatan Anda sudah tahu apa-apa saja yang harus dilakukan.

8 Cara Perbaiki Kipas Angin Berdengung dan Tidak Mau Berputar

  1. Membersihkan Debu dan Kotoran pada Kipas

Tanpa disadari, kebiasaan seperti tidak mau membersihkan kipas angin, terutama di area roda kipas dan poros rotornya bisa menjadi penyebab kipas tidak mau berputar. Tumpukan debu serta kotoran yang dibiarkan menempel akan membuat getaran pada dinamo kipas hilang. Biasanya ditandai dengan roda kipas semakin lambat berputar, dan berdengung.

kipas angin
kipas angin

Oleh karena itu, sebelum berpikir untuk mencoba usaha melakukan perbaikan lebih intensif, ada baiknya Anda bersihkan kipas terlebih dahulu. Sebab tidak sedikit kasus kipas mati total dikarenakan terlalu kotor. Selain itu, hal ini juga bisa dijadikan pelajaran bagi pengguna setia kipas angin, supaya selalu meluangkan waktu membersihkan kipas.

 

  1. Periksa Bagian Kabel

Kalau cara di atas sudah diaplikasikan tapi kipas masih tidak mau hidup. Sekarang coba periksa pada bagian kabel power. Pastikan kalau tidak ada kabel yang putus. Dalam menjalankan aksi ini, Anda memerlukan alat bantu seperti AVO meter, atau multimeter. Jika menemukan ada kabel yang putus, maka segera ganti dengan yang baru.

 

  1. Periksa Bagian Panel Tombol Pengaturan

Sebagaimana cara sebelumnya, untuk memeriksa bagian panel tombol setting Anda juga butuh alat. Disini, Anda harus jeli memeriksa setiap koneksi kabel yang terhubung pada panel. Umumnya, ada 2 – 3 buah kabel terhubung dengan dinamo kipas angin, sementara kabel lainnya menjadi sumber perantara arus listrik.

 

Pada saat melakukan pemeriksaan, Anda harus memposisikan saklar AVO meter di angka 1x / 10x. Setelah itu, tempelkan probe pada setiap kabel yang berhubungan dengan dinamo. Kalau jarum bergerak ke kanan, ini bisa diartikan kalau masih ada koneksi (kumparan kipas masih bagus). Tapi kalau tidak bergerak, maka ada bagian kumparan yang rusak atau putus.

 

  1. Membongkar Dinamo Kipas Angin

Apabila sumber masalah dari kipas yang tidak mau berfungsi ada di bagian dinamo, maka mau atau tidak mau Anda harus melakukan pembongkaran. Setelah dibongkar, temukan bagian thermal fuse atau sekering yang mungkin putus. Proses ini dilakukan dengan bantuan dari AVO meter, dengan memposisikan saklar dinilai X10 / X10, kemudian letakkan di probe.

Baca Juga : Cara Perbaiki Keyboard Laptop

Kalau sudah fix bahwa thermal fuse putus atau rusak, Anda harus menggantinya dengan yang baru supaya kipas bisa menyala. Setelah itu, pasang dan rapatkan kembali dinamo dengan baut. Kemudian coba, apakah kipas sudah bisa berputar atau belum.

 

  1. Periksa Bagian Kapasitor

Salah satu penyebab putaran kipas angin menjadi lambat, adalah karena kapasitor yang lemah. Kalau Anda masih awam, maka bisa menemukan kapasitor tepat di belakang dinamo. Bentuknya seperti kotak berwarna hitam, dan cukup menonjol. Jadi, dipastikan dapat Anda kenali dengan mudah.

 

Ketika kapasitor rusak, maka Anda mengenalinya dari beberapa ciri fisik, seperti kapasitor yang mengembung, retak, atau bahkan pecah. Kalau rusak, maka segera ganti dengan yang baru. Meskipun tidak terlihat, namun komponen satu ini memiliki peran penting dalam mendukung optimalnya fungsi pada kipas angin.

 

  1. Mengatasi Kipas Angin Macet

Kalau masalah macet terjadi karena AS motor yang aus atau kotor, maka solusi untuk mengatasinya hanya dengan pelumas stinger. Untuk mengetahui tanda rotor perlu perbaikan, Anda bisa memutarnya menggunakan tangan, pasti akan terasa berat. Sedangkan pada kipas yang sudah berumur, umumnya masalah terjadi karena bushing sudah aus.

 

  1. Memperbaiki Coil Starting Rusak

Pernah menyalakan kipas angin namun hanya mendengar suara dengung, namun kipas tidak mau berputar? Hal ini biasanya disebabkan oleh kerusakan pada bagian coil starting atau spul. Kondisi tersebut terjadi karena dinamo tetap mendapatkan aliran listrik, namun tidak kuat berputar tanpa spul, sehingga terdengarlah dengung yang diikuti getaran dinamo.

 

Pada kipas besar, upaya perbaikan bisa cukup ribet. Tapi pada kipas kecil, Anda hanya harus memeriksa gulungan utama thermal fuse dan dinamo saja. Selanjutnya, pastikan kalau bearing yang berhubungan dengan rotor bisa berputar normal.

 

  1. Mengatasi Kerusakan Kapasitor Start

Perlu diketahui, bahwa umumnya cuma kipas angin berukuran besar saja yang memiliki kapasitor start. Fungsi dari komponen ini adalah membantu putaran awal, sehingga stabil ketika running. Jika kapasitor start rusak, maka Anda harus membongkar cover batok kipas angin. Selain itu, tetap waspada karena kapasitor ini bersifat menyimpan arus listrik.

 

Jika kapasitor start rusak, maka Anda perlu menggantinya dengan yang baru. Namun kalau tidak, artinya sumber masalah kipas tidak mau berputar bukan berasal dari sana. Anda harus memeriksa bagian-bagian yang lainnya.

Tips Perawatan Kipas Angin Supaya Lebih Awet

  • Bersihkan Kipas Secara Berkala

Baling-baling kipas angin cenderung cepat kotor dibandingkan bagian lainnya. Oleh karenanya, harus selalu dibersihkan, setidaknya sebulan sekali. Selain itu, jangan lupa memastikan bagian poros bebas dari tumpukan debu, atau kotoran seperti rambut. Karena akan membuat kipas menjadi lambat berputar.

 

  • Hindari Penggunaan Non Stop

Menggunakan kipas secara berlebihan bisa membuat mesin menjadi panas, dan hasilnya kipas akan mengeluarkan suara dengung mengganggu. Kalau tidak Anda gubris, maka kipas bisa mati total. Jadi, berikan kipas Anda waktu untuk istirahat supaya mesinnya menjadi dingin sebelum digunakan kembali.

 

  • Hindarkan dari Air

Meletakkan kipas di tempat yang tepat memang sangat dianjurkan. Hindarkan kipas dari area yang rawan air, seperti dekat jendela, atau dinding yang merembes. Air bisa merusak sistem kerja kipas sehingga membuatnya cepat rusak.

 

  • Menghindari Pemakaian Terlalu Kasar

Meskipun kipas angin memiliki rangka luar super keras, namun bukan berarti Anda bisa menggunakannya sesuka hati. Penggunaan yang terlalu kasar dan serampangan dapat membuat fungsinya menjadi kurang optimal.

 

  • Selalu Memperhatikan Kondisi Kabel

Untuk meminimalisir masalah kipas angin mendadak, maka tidak ada salahnya meluangkan waktu memeriksa kabel secara teratur. Idealnya adalah setiap 2 minggu sekali. Pastikan jika tidak ada bagian kabel yang terkelupas, atau bahkan digigit tikus.

Pemakaian kipas angin secara yang terlalu sering memang bisa menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari putaran terlalu lambat, angin tidak terasa, hingga mati total. Meskipun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa memperbaikinya sendiri. Beberapa cara perbaiki kipas angin di atas, bisa dijadikan alternatif solusi apabila suatu saat kipas di rumah Anda mendadak mati.

Share

Tinggalkan komentar